Desain Rumah: Panduan Lengkap Untuk Pemula

Merencanakan dan mengkonsep desain rumah yang dilakukan sejak awal akan memudahkan dalam membangunnya.

Panduan ini didedikasikan untuk yang Anda ingin menyiapkan desain rumah:

  • Modern
  • Minimalis
  • Besar atau kecil
  • Bertingkat atau tanpa tingkat.
  • Berbagai tipe ukuran rumah

Impian untuk mempunyai sebuah rumah idaman merupakan dambaan bagi setiap orang, apalagi bagi yang sudah berkeluarga.

Namun dalam kenyataannya terkadang untuk merealisasikan hal tersebut banyak menemukan kendala dan kesulitan, kendala tersebut antara Iain berupa sulitnya mencari lahan yang strategis dan memadahi luasnya serta tingginya harga tanah maupun bangunan.

Terlebih lagi bagi pasangan muda yang baru menikah, permasalahan dana yang terbatas juga menjadikan pertimbangan sendiri untuk bisa memiliki rumah yang sesuai dengan idaman.

Dengan demikian diperlukan cara tertentu dalam upaya untuk memiliki rumah idaman dengan harga (budget) yang terjangkau (sesuai dengan kemampuan).

Salah satu upaya untuk membantu mengatasi masalah keterbatasan dana dalam proses pernbangunan suatu hunian (rumah) adalah dengan menerapkan faktor efisiensi melalui proses perencanaan, karenadengan mempertimbangkan faktor tersebut maka bisa dilakukan banyak penghematan biaya.

Efisiensi bisa dilakukan mulai dengan membuat perencanaan yang matang.

karena perencanaan yang matang merupakan awal yang penting untuk mengakomodir semua keinginan dan tuntutan penghuni, menentukan bentuk dan layout ruang, menentukan letak dan orientasi bangunan, merancang desain (tampak) bangunan, menentukan jenis struktur berikut pondasinya yang sesuai dengan kondisi lingkungan (tanah), utilitas (instalasi dan sanitasi), maupun menentukan material untuk finishing desain interior dan eksterior (fasad bangunan).

Panduan desain rumah ini merupakan sebuah panduan yang bisa digunakan sebagai referensi pegangan dalam merencanakan tempat tinggal melalui beberapa tahapan, yaitu:

Pertimbangan-pertimbangan dalam perencanaan, perencanaan bentuk dan konfigurasi ruang, melengkapi legalitas bangunan, konsep perancangan desain/fasad bangunan, serta dilengkapi juga dengan ragam denah dan desain rumah berbagai tipe (tidak bertingkat dan bertingkat) maupun dasar dan teknik pengolahan fasad pada desain rumah tinggal yang modern dan up to date, sehingga akan memberi insipirasi dan bisa diaplikasikan bagi siapapun (berbagai kalangan).

Bab 1: Pentingnya Perencanaan Desain Rumah

Perencanaan yang baik dan matang merupakan sebuah langkah awal untuk menentukan keberhasilan dan ketepatan waktu dalam proses pembangunan sebuah rumah tinggal.

A. Memahami Pentingnya Perencanaan

Untuk bisa merealisasikan pembangunan rumah yang menjadi idaman dan ideal bagi Anda dan seluruh anggota keluarga, tentunya hanya bisa dilakukan dengan cara mengenali kebutuhan, aktivitas dan fungsi yang akan diwadahi dalam rumah tersebut.

Hal tersebut memang sangat beralasan, karena pada dasarnya orang yang bisa mengenali lebih jauh sebuah rumah yang sudah dibangun hanyalah pemiliknya sendiri.

Setiap rumah tinggal atau hunian pasti akan memiliki sebuah karakter, potensi dan kelebihan-kelebihan maupun kekurangan yang bisa terlihat secara langsung maupun tidak.

Berpijak dari hal tersebut, maka sebaiknya lakukan upaya untuk membuat suatu rencana yang bisa memetakan semua kebutuhan Anda maupun seluruh anggota keluarga, karena hal tersebut bisa mengoptimalkan fungsi dan kualitas rumah yang akan Anda bangun serta meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian antara tuntutan kebutuhan dan fungsi terhadap kemampuan (budget) yang bisa Anda siapkan.

Untuk membangun serta mengembangkan rumah tinggal pada suatu lahan tertentu (di lokasi tertentu maupun perumahan), diperlukan suatu kejelian serta kecermatan tertentu.

Hal tersebut dikarenakan selain rumah tersebut harus bisa digunakan untuk memenuhi tuntutan akan kebutuhan sarana papan (tempat tinggal), maka juga harus bisa menampung semua aspirasi dan kebutuhan seluruh anggota keluarga agar bisa hidup dengan tenang, nyaman, aman dan tenteram.

Oleh karena itu sebelum membangun rumah tinggal sebaiknya harus dilakukan perencanaan yang matang dan teliti dengan mengenali seberapa banyak kebutuhan ruang maupun aktivitas yang akan diwadahi.

Jika Anda tidak bisa melakukannya sendiri, maka Anda bisa menggunakan jasa seorang perencana (Arsitek) dengan cara mendiskusikan kebutuhan-kebutuhan ruang serta penataannya (layout), namun jika Anda akan melakukan perencanaan sendiri minimal Anda harus mengenali dengan seksama seberapa banyak kebutuhan ruang maupun aktivitas yang akan diwadahi dalam rumah tersebut kemudian sesuaikan dengan kemampuan (budget) yang ada/dana yang tersedia.

B. Pertimbangan Kebutuhan Ruang

Sebelum Anda melakukan pembangunan rumah Anda, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu perencanaan terhadap ruang-ruang yang dibutuhkan dan bentuk desain bangunan tersebut.

Dalam proses pembangunan sebuah rumah, perencanaan merupakan sebuah langkah awal yang sangat penting dilakukan, karena dengan melakukan perencanaan secara cermat dan teliti maka akan bisa memaksimalkan semua aspek-aspek keinginan penghuni yang akan diakomodir (ditampung) dalam membangun sebuah rumah tinggal.

Berawal dari pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka akan bisa membantu menemukan berbagai jenis kebutuhan yang Anda dan keluarga butuhkan dalam mewujudkan sebuah rumah idaman.

Dari hal itu pula akan bisa digambarkan bagaimana bentuk pengaturan ruang, teknik pencahayaan, sirkulasi udara (ventilasi) yang ideal, maupun warna yang akan dipilih untuk eksterior maupun interior dari rumah tersebut.

Idealnya ruang-ruang yang ada dalam sebuah rumah harus bisa mewadahi semua aspirasi, aktivitas maupun kegiatan semua penghuni rumah tersebut.

Oleh karena itu ruang-ruang yang ada dalam sebuah rumah harus diupayakan agar bisa memenuhi kebutuhan (aspirasi) semaksimal mungkin setiap anggota keluarga yang akan tinggal di dalamnya (mendiami), meskipun rumah tersebut dibangun dengan luasan lahan yang terbatas.

C. Pertimbangan Dalam Perencanaan

Untuk memperoleh suatu bentuk desain bangunan dan tatanan ruang yang baik dan betul-betul sesuai dengan keinginan Anda maupun seluruh anggota keluarga, maka perlu direncanakan dengan matang.

Dalam hal ini Anda perlu memahami bagaimana cara menata rumah dengan baik agar setiap ruang dapat berfungsi secara optimal dan rumah akan terlihat bagus serta menarik.

Selain Anda bisa menggunakan jasa arsitek, di mana semua kebutuhan yang berkaitan dengan perencanaan yang matang tersebut dapat Anda diskusikan dengan arsiteknya, maka Anda juga bisa melakukannya sendiri dengan cara mengenali seberapa banyak kebutuhan ruang untuk keluarga Anda serta memahami langkah-langkah perencanaan yang diperlukan sebelum Anda membangun rumah Anda sendiri.

Untuk memperjelas apa yang harus Anda lakukan jika Anda akan melakukan perencanaan sendiri, maka Anda bisa memperhatikan pembahasan langkah-langkah berikut.

1. Menentukan Kebutuhan Ruang

Untuk memperoleh suatu bentuk dan desain rumah tinggal yang mempunyai jumlah serta jenis ruang yang bisa sesuai dengan keinginan dan kebutuhan semua anggota keluarga, maka sebelum Anda membangun rumah sebaiknya tentukan terlebih dahulu kebutuhan-kebutuhan ruang yang akan dimasukkan dalam rumah tinggal tersebut.

Sebuah tahapan perencanaan untuk menentukan kebutuhan ruang dalam rumah yang akan dibangun sangat mutlak, karena pada dasarnya perencanaan yang baik merupakan tahapan awal dan memegang peranan penting dalam sebuah proses untuk mendesain rumah.

Upayakan agar semua yang menjadi keinginan Anda dan seluruh anggota keluarga bisa terpenuhi (terakomodir).

Desain ruang makan
Contoh bentuk layout ruang makan yang bersebelahan dengan ruang keluarga dan terintegrasi menjadi satu dengan ruang tamu. Upaya tersebut bisa meningkatkan flesibilitas layout (tata letak) ruang serta bisa mengoptimalkan efisiensi lahan (tapak)

Idealnya ruang-ruang yang ada harus dapat mengaspirasikan (memenuhi) kebutuhan setiap anggota keluarga, meskipun nantinya luasan ruang tersebut terbatas (harus dibatasi).

Menentukan kebutuhan ruang dalam perancangan rumah tinggal merupakan langkah pertama yang harus dilakukan agar rumah yang akan dibangun tersebut bisa berfungsi secara maksimal dan memberi kenyamanan terhadap seluruh penghuni.

Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena hanya Anda dan keluarga Anda yang seluruhnya bisa memahami kebutuhan ruang untuk seluruh penghuni (semua anggota keluarga).

Untuk memperoleh sebuah rumah yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan anggota keluarga, sebaiknya buatlah daftar ruang yang betul-betul diperlukan dan berguna bagi seluruh anggota keluarga (penghuni).

Berikut adalah beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan untuk menentukan kebutuhan ruang yang bisa mengaspirasikan kebutuhan semua anggota keluarga:

  1. Buatlah daftar kebutuhan ruang dengan memperhitungkan semua kegiatan anggota keluarga (seluruh penghuni rumah).
  2. Setelah semua kebutuhan ruang dapat terakomodir, buat perencanaan konsep ruang yang akan Anda terapkan dalam rumah Anda, misalnya menentukan luasan masing-masing ruang, bentuk dan orientasi ruang, pencahayaan maupun ventilasi dan sebagainya.
  3. Tentukan jumlah kamar tidur berdasarkan jumlah penghuni keseluruhan.
  4. Tentukan jenis dan jumlah ruang-ruang yang lain setelah didapat jumlah kamar tidur, misalnya seperti ruang teras, ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan, dapur dan lain-lain.
  5. Tentukan jenis ruang apa saja yang akan diutamakan atau harus ada berdasarkan skala prioritas.
  6. Jika ternyata luas lahan yang Anda punyai terbatas, maka Anda dapat melakukan penggabungan fungsi ruang yang mempunyai kemiripan fungsi atau jika mungkin jarang digunakan ruang tersebut bisa dihilangkan saja. Sebagai contoh misalnya Anda bisa menggabungkan ruang keluarga dengan ruang makan menjadi satu, sehingga bisa melakukan efisiensi tempat/lahan.
  7. Manfaatkan ruang-ruang ekstra, misalnya ruang yang berada di bawah bordes tangga sebagai ruang penyimpan (storage), rak atau bahkan untuk kamar mandi dan wc (toilet).
  8. Jika rumah Anda bertingkat, maka Anda bisa membuat balkon sebagai media untuk bersantai dan istirahat pada jam-jam tertentu tanpa harus terganggu oleh aktivitas anggota keluarga yang Iain.
  9. Untuk upaya efisiensi, manfaatkan ruang di bawah atap (di atas plafond) sebagai gudang jika memang lahan yang tersedia sudah sempit.
  10. Buat pengelompokan (zonasi) ruang berdasarkan kebutuhan, kegiatan dan aktivitas semua anggota keluarga dan buatlah layout ruang yang fleksibel agar bisa tercipta ketenangan dan kenyamanan.

2. Membuat Susunan Denah Ruang (Layout)

Denah rumah
Contoh bentuk layout denah di mana ruang keluarga menjadi satu dengan ruang makan dan dapur serta terintegrasi menjadi satu dengan ruang tamu

Untuk menciptakan suasana tinggal yang tenang dan nyaman dalam suatu rumah tinggal, tentunya juga tidak lepas dari upaya penciptaan sebuah tata letak (layout) maupun hubungan antarruang yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan penghuni (semua anggota keluarga).

Jika Anda membeli rumah dalam suatu lokasi perumahan, mungkin bentuk tata letak (layout) ruangnya sudah ditentukan dan dirancang oleh pihak pengembang (developer).

Namun demikian Anda sebenarnya tidak perlu terpaku oleh bentuk tata letak (layout) tersebut, karena Anda bisa mengubahnya sendiri sesuai dengan kebutuhan, kegiatan dan aktivitas, maupun tuntutan gaya hidup (lifestyle) keluarga Anda.

Desain ruang keluarga
Peletakan ruang keluarga diantara ruang-ruang utama (ruang tidur) merupakan upaya untuk menciptakan keakraban hubungan antar anggota keluarga, karena dengan ruang keluarga tersebut masing-masing penghuni bisa berinteraksi dengan mudah setiap saat. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan fungsi ruang keluarga bisa dilakukan dengan memperhatikan unsur pencahayaan dan sirkulasi udara. Oleh karena itu perhatikan luasan bukaan ruang dan letaknya agar udara bisa mengalir setiap saat (cross ventilation).

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat susunan ruang (layout) pada denah agar efisien dan bisa diperoleh suasana tinggal yang menyenangkan, tenang dan nyaman adalah sebagai berikut:

  1. Letakkan ruang-ruang dengan fungsi dan sifat yang mirip dalam satu daerah (zone) yang sama. Misalnya teras, ruang tamu, dan garasai bisa diletakkan pada daerah publik. Sedangkan ruang makan dan ruang keluarga maupun ruang santai/duduk bisa diletakkan pada daerah semi publik. Untuk ruang-ruang yang membutuhkan ketenangan seperti ruang tidur utama, ruang tidur anak, ruang kerja, ruang pembantu dan lain-lain bisa Anda letakkan pada daerah tenang (private).
  2. Letakkan ruang-ruang utama sesuai dengan kebutuhan operasionalnya, misalnya prioritaskan ruang- ruang yang membutuhkan sinar matahari, sirkulasi udara (cross ventilation), dan akses langsung keluar-masuk agar terletak di depan, belakang atau di samping jika lahan rumah Anda berbentuk hook. Contoh aplikasi kasus tersebut misalnya untuk ruang tidur harus mendapatkan sinar matahari dan sirkulasi udara dari luar secara langsung, garasi diletakkan langsung dibagian depan agar mudah diakses dari jalan, kemudian upayakan agar ruang tamu dan ruang keluarga bisa diakses langsung dari garasi. Untuk jenis ruang yang hanya memerlukan sirkulasi udara misalnya toilet (kamar mandi dan wc) dan gudang bisa diletakkan pada bagian tertentu yang tidak harus di depan.
  3. Tempatkan ruang (space) pengikat diantara ruang-ruang utama agar bisa menciptakan suasana kebersamaan yang akrab antar penghuni rumah, misalnya tempatkan ruang makan dan ruang keluarga maupun ruang santai/duduk diantara ruang-ruang utama seperti ruang tidur.
  4. Ciptakan kesan ruang saling terbuka antara ruang yang bisa digunakan bersama (ruang keluarga, ruang makan, ruang duduk/santai) dengan tidak membuat sekat masif diantara ruang-ruang tersebut. Sebagai pembatas antar ruang tersebut bisa Anda gunakan jenis partlSi tidak permanen, perabotan (furniture) seperti credenza atau meja dan furnitur yang lain.
  5. Agar tidak mengganggu ruang sirkulasi antar ruang satu dengan yang lain, maka batasi jumlah pintu pada ruang kemudian peletakannya jangan menyilang, karena akan memakan ruang sirkulasi.
  6. Batasi jumlah jendela seperlunya saja sesuai dengan keperluan serta upayakan agar peletakan jendela sebagai lubang ventilasi dan pencahayaan bisa memberikan ruang gerak yang leluasa.
  7. Sediakan ruang khusus untuk sirkulasi yang cukup dan layak, agar tidak terjadi tabrakan/benturan (crossing) antaranggota keluarga maupun dengan orang Iain ketika ada tamu.
  8. Untuk menciptakan suasana makan dan istirahat yang tenang dan nyaman, maka tempatkan teras di bagian samping atau belakang rumah tepat di depan ruang makan dan ruang keluarga, agar pada saat makan tidak terganggu bunyi maupun udara yang kotor.
  9. Jika rumah Anda bertingkat, maka tempatkan tangga pada bagian yang mudah dilihat dan dijangkau dari segala arah. Upayakan agar keberadaan tangga tidak mengganggu salah satu ruang atau beberapa ruang di sekitarnya (sesuaikan bentuk dan ukurannya).

3. Perencanaan Pencahayaan dan Ventilasi Udara

Tuntutan untuk menciptakan kenyamanan yang optimal dalam rumah tinggal memang menjadi dambaan bagi setiap insan, namun demikian masih saja sering kita lihat adanya bentuk-bentuk rumah atau bangunan yang hanya mengejar bentuk semata tetapi mengesampingkan aspek perencanaan pencahayaan dan sirkulasi udara.

Jika kita tinjau secara fisik, rumah sebetulnya mempunyai kemampuan alami untuk membuat udara dalam suatu ruang menjadi dingin (nyaman).

Hal tersebut bisa terjadi karena pada dasarnya sebuah rumah yang dibangun pada suatu lokasi tersebut mempunyai suatu lingkungan, sehingga potensinya bisa dimanfaatkan.

Sebagai contoh misalnya pemanfaatan angin dengan membuat bukaan pada suatu tempat tertentu yang berupa jendela atau yang lain serta mengolah material bangunan untuk mengantisipasi panas yang ditimbulkan oleh sinar matahari dan lampu penerangan.

Karena sebagian besar (mayoritas) wilayah negara Indonesia mempunyai suhu udara dan kelembaban rata-rata yang cukup tinggi, yaitu di atas 30 dengan kelembabannya (Rh) sebesar 80%, maka secara umum suasana dalam rumah dikebanyakan tempat di Indonesia terasa lembab, panas, dan kurang nyaman.

Mungkin bagi orang yang tidak mau berpikir lebih panjang untuk mengantisipasi hal tersebut akan menggunakan pendingin ruang (AC) agar kenyamanan ruang bisa tercipta secara instan, namun demikian sebetulnya keadaan tersebut bisa diantisipasi dengan perencanaan sistem pencahayaan dan ventilasi yang baik, karena kenyamanan sebuah hunian/rumah tinggal sangat dipengaruhi oleh lancarnya sirkulasi udara maupun cukupnya sinar matahari yang masuk ke dalam rumah tersebut.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk merencanakan sistem pencahayaan dan ventilasi udara agar rumah terasa sejuk serta nyaman adalah sebagai berikut:

  1. Upayakan agar jumlah dan jenis media pencahayaan serta luasan ventilasinya pada suatu ruang sesuai dengan luas ruangan (terjadi keseimbangan/proporsional) yang akan diterangi dan didinginkan.
  2. Sebaiknya prioritaskan ruang-ruang yang membutuhkan sinar matahari serta sirkulasi udara (cross ventilation) secara langsung agar mempunyai bukaan ruang berupa pintu, jendela, BV, atau bentuk bukaan yang lain dengan posisi yang sesuai orientasi/arah hadap bangunan. Hal ini penting dilakukan karena untuk menyesuaikan dengan arah sinar matahari serta aliran angin di sekeliling rumah.
  3. Rencanakan agar ruang-ruang utama seperti ruang tidur utama, ruang tidur anak dan ruang makan serta ruang keluarga bisa memperoleh sinar matahari secara langsung pada jam tertentu (pagi) serta mendapatkan aliran udara secara langsung (cross ventilation) sepanjang hari.
  4. Untuk menambah kenyamanan ruang juga bisa dilakukan penambahan jalusi pada dinding bagian atas di bawah atap. Hal ini akan sangat membantu mereduksi udara panas yang masuk ke dalam ruang di bawah atap di atas plafond, sehingga ruang di dalamnya akan terasa sejuk dan nyaman.
  5. Tidak menggunakan jenis bukaan ruang (jendela, BV, atau jenis bukaan lain) dengan ukuran yang tidak sesuai dengan luasan ruang (tidak proposional), sehingga tidak terlalu silau dan panas.
  6. Gunakan bahan untuk pintu dan jendela yang tidak menimbulkan panas dan silau karena pantulan sinar matahari maupun lampu, misalnya seperti bahan aluminium yang tidak dicoting.
  7. Minimalkan penggunaan fasilitas penyejuk udara, kipas angin, serta lampu pada siang hari dengan melakukan pengaturan serta pengolahan pencahayaan dan sirkulasi udara secara optimal, misalnya dengan menggunakan dinding kaca, jalusi, maupun lubang angin/ventilasi.
  8. Optimalkan sirkulasi udara alami dan pencahayaan dalam ruang dengan membuat desain jendela atau lubang angin/ventilasi yang mempunyai dua bukaan berbeda. Misalnya buatlah jendela dengan dua bukaan dengan ukuran berbeda, bagian bawah yang berukuran lebih besar untuk memasukkan cahaya sekaligus udara, sedangkan bukaan pada bagian atas dengan ukuran yang lebih kecil untuk memaksimalkan aliran udara (ventilasi) dalam ruangan tersebut.
  9. Untuk membantu mengontrol intensitas cahaya matahari yang masuk dalam rumah, maka bisa ditambahkan jalusi pada bagian dinding lain di bawah plafond, sehingga aliran udara tetap lancar tetapi intensitas cahaya yang masuk tetap bisa terkendali dan terkontrol oleh jalusi tesebut.
  10. Upaya lain untuk membantu menciptakan kenyamanan dalam ruang bisa dilakukan dengan cara meninggikan plafond hingga setinggi 3 meter, hal ini bisa membantu mempercepat pergerakan udara panas, karena berat jenis udara panas lebih ringan dibanding dengan udara dingin, sehingga jika udara panas bisa terdorong keluar melalui lubang ventilasi di bagian atas, maka kenyamanan ruang akan bertambah secara alami.

4. Memilih dan Menentukan Jenis material

Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan dalam melakukan perencanaan rumah adalah penggunaan jenis material baik untuk eksterior (fasad) maupun interior (ruang-ruang).

Upaya tersebut merupakan suatu tahapan yang sangat menentukan bentuk dan nuansa desain bangunan yang akan Anda bangun.

Untuk itu Anda perlu menentukan jenis material maupun finishing dari elemen penyusun fasad bangunan serta interior (ruang-ruang) agar diperoleh sebuah kesatuan tatanan antara karakter material (tekstur) terhadap bentuk dan desain bangunan (fasad).

Untuk bisa memilih bahan meterial dengan baik memang dibutuhkan wawasan (pengetahuan) yang cukup agar bisa diketahui harga berikut kualitasnya serta agen maupun tempat penjualan (showroom) yang dekat.

Hal itu sangat penting, karena jika tempat penjualan material tersebut jauh maka pasti akan memperbesar biaya/ongkos pengirimannya.

Beberapa jenis elemen konstruksi dan faktor penunjang yang perlu Anda tentukan jenis materialnya jika Anda akan membangun sebuah hunian (rumah tinggal) agar bisa tercipta kenyamanan dan keindahan adalah sebagai berikut:

  1. Dinding, tentukan bahan apakah yang akan Anda pakai untuk membuat dinding agar sesuai dengan bentuk dan nuansa desain namun juga bisa menimbulkan suasana nyaman serta budgetnya sesuai dengan kemampuan Anda. Untuk dinding luar (fasad bangunan) bisa Anda gunakan bata, batako atau celcon block. Sedangkan untuk dinding bagian dalam/sekat antar ruang Anda juga bisa menggunakan bahan seperti pada dinding luar atau bahan lain seperti GRC, multipleks, atau bahan lain yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan.
  2. Lantai, tentukan bahan apakah yang akan digunakan untuk lantai rumah Anda. Anda bisa menggunakan bahan alam seperti batu granit, marmer, dan limestone. Jika Anda senang menggunakan bahan buatan, maka bisa digunakan lantai dari bahan semen, beton, keramik, porselin, atau lantai dari kayu (parket). Pilih salah satu dari bahan tersebut agar sesuai dengan bentuk dan nuansa interior yang akan Anda ciptakan/inginkan.
  3. Penutup atap, tentukan bahan apakah yang akan digunakan untuk penutup atap. Untuk tujuan keindahan dan kenyamanan rumah Anda, maka Anda bisa memilih jenis penutup atap yang sesuai dengan anggaran Anda berupa genteng bergelombang (bahan metal, bahan keramik, atau bahan beton), genteng flat (merupakan genteng impor bunt-in dari luar negeri, yaitu berupa fiber cement dan aspal single) , sirap (penutup atap berbahan kayu) atau asbes.
  4. Pintu dan jendela, tentukan bahan yang sesuai untuk digunakan sebagai pintu dan jendela. Untuk pintu dan jendela Anda bisa memilih berbagai jenis bahan seperti kayu, aluminium, atau yang lain. Sesuikan bahan pintu dan jendela agar sesuai dengan tuntutan desain dan budget Anda.
  5. Plafond, tentukan bahan apakah yang sesuai untuk digunakan sebagai plafond. Untuk plafond bisa digunakan berbagai jenis bahan seperti gypsum, multipleks, triplek, atau yang lain. Pilih jenis karakter bahan plafond yang sesuai dengan tuntutan nuansa interior yang akan diciptakan dan bisa memberi kenyamanan ruang tetapi juga sesuai dengan desain bangunan secara keseluruhan.
  6. Furnitur dan asesories, perhatikan kesesuaian dan ukuran desain dengan fungsi ruang. Untuk itu perlu Anda memperhatikan beberapa hal agar ruang bisa berfungsi optimal, yaitu: Gunakan jenis furnitur multi fungsi (bisa ditempatkan pada berbagai jenis ruang) dan pilihlah dekorasi dengan bentuk dan motif yang sesuai dengan warna dan karakter material ruang serta bentuk maupun ukuran furnitur tersebut (upayakan agar motif, bentuk dan desain fleksibel).

5. Memilih Warna Ruang dan Fasad Bangunan

Selain harus mempertimbangkan beberapa hal yang sudah dibahas sebelumnya, satu hal yang juga penting harus Anda perhatikan adalah pemilihan warna yang tepat untuk ruang dan fasad bangunan.

Pemilihan warna yang tepat/sesuai pada setiap ruang akan membawa banyak manfaat, karena dengan memilih warna ruang sesuai dengan fungsinya akan menimbulkan kenyamanan dan membuat betah penghuninya.

Selain berperan menimbulkan kenyamanan dan ketenangan, pemilihan warna cerah seperti warna putih, kuning maupun krem pada ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan atau ruang kerja akan memberikan kesan yang bersih, lapang, serta luas.

Padukan warna-warna material untuk lantai, dinding, plafond atau ceiling dengan tatanan warna yang terang dan serasi agar bisa tercipta kesan yang nyaman, tenang, dan bersih serta lapang.

Untuk ruang-ruang yang sering digunakan bersama seperti ruang tamu, ruang keluarga maupun ruang makan serta ruang kerja, gunakan warna yang cerah dan hangat dan hindari warna yang gelap, karena akan menambah kesan sempit dan pengap, sehingga suasana kerja Anda bisa terganggu.

Untuk menambah kesan terang dan luas pada suatu ruang selain Anda bisa meninggikan plafond (langit- langit), maka Anda juga bisa mewamai plafond tersebut dengan warna-warna netral seperti Warna putih.

Kemudian dipadu dengan pilihan warna dinding dan lantai yang bertipe lembut seperti biru muda atau hijau muda, agar selain ruang berkesan luas juga memudahkan pemilihan dan penataan perabot (fumiture).

Untuk menciptakan harmonisasi ruang dan fasad bangunan, maka Anda juga bisa menggunakan beragam warna sebagai unsur aksentuasi sesuai dengan tema atau nuansa arsitektur yang ingin Anda hadirkan.

Jika Anda akan memanfaatkan warna yang bersifat cerah tetapi redup, maka Anda bisa menggunakannya untuk ruang tidur, seperti misalnya pada ruang tidur utama, ruang tidur anak, maupun ruang tidur tamu.

Hal tersebut memang perlu diperhatikan dan dibedakan, karena ruang tidur biasanya lebih sering digunakan pada malam hari, sehingga selain dibutuhkan suasana nyaman dan tenang juga membutuhkan suasana yang dramatis.

Khusus bagi Anda yang masih mempunyai anak balita, maka dinding ruang tidur maupun furniturnya bisa Anda cat dengan wama-warna primer yang cerah dan menyala seperti warna biru, merah, maupun kuning.

Hal itu dimaksudkan agar bisa memberikan suasana keceriaan dan atraktif mengingat pada usia tersebut merupakan usia pertumbuhan bagi seorang anak yang membutuhkan rangsangan kreatifitas, khususnya balita.

D. Legalitas Pembangunan Rumah

Setelah menyelesaikan berbagai tahapan dalam perencanaan seperti yang sudah dibahas sebelumnya, maka sebelum Anda membangun rumah pada suatu lokasi tertentu, sebaiknya Anda sudah memastikan bahwa legalitas tanah dan bangunan yang akan Anda bangun tersebut sudah ada.

Berbagai hal yang berkaitan dengan legalitas tanah dan bangunan yang perlu Anda siapkan sebelum membangun rumah antara lain sebagai berikut:

1. Sertifikat Tanah

Sertifikat hak milik
Gambar oleh: jawapos.com

Pastikan tanah yang akan Anda gunakan untuk membangun bangunan tersebut sudah menjadi milik Anda (atas nama Anda) secara sah yang ditandai dengan bukti kepemilikan sertifikat tanah berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), sehingga akan menjamin keamanan status tanah dan ketenangan Anda untuk tinggal beserta keluarga dikemudian hari.

2. Peraturan-Peraturan Bangunan (Building Codes)

Pastikan dalam sepanjang Anda merencanakan rumah tinggal, Anda selalu berpedoman pada peraturan-peraturan yang berlaku (Building Codes) untuk mendirikan bangunan, yaitu Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau Building Coverage Ratio, Koefisien Luas Bangunan (KCB) atau Floor Area Ratio, dan Garis Sempadan Bangunan (GSB). Selain tiga hal itu sebetulnya masih ada peraturan lain, namun biasanya akan berbeda untuk setiap daerah tergantung di mana daerah tersebut berada.

  • Koefisien Dasar Bangunan (KDB) adalah persentase antara luas dasar bangunan terhadap luas lahan keseluruhan (tapak), atau dengan kata lain berapa persen total luas lahan yang bisa didirikan (dibangun) bangunan. Sebagai contoh misalnya jika Anda mempunyai luas tanah (lahan) 300 m2 dan nilai KDB 60%, maka luas dasar bangunan yang diperbolehkan untuk dibangun (luas lahan yang bisa ditutup oleh bangunan) adalah 60% x 300 = 180 m2.
  • Koefisien Luas Bangunan (KCB) adalah faktor yang menentukan berapa meter persegi luas total bangunan yang diizinkan untuk dibangun serta untuk menentukan jumlah tingkat bangunan yang bisa dibuat (dijinkan). Sebagai contoh jika nilai KLB pada lokasi milik Anda adalah 2, maka luas total bangunan yang diizinkan untuk dibangun dengan KDB 60% adalah 180 x 2 = 360 m2, sehingga bangunan rumah Anda bisa dibuat bertingkat (2 lantai).
  • Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah jarak antara dinding bangunan yang terluar dengan batas jalan. GSB bertujuan untuk membuat ruang terbuka antara rumah dan jalan (area umum). Penentuan GSB biasanya disesuaikan dengan lebar jalan di depan atau di samping bangunan (rumah). Selain bertujuan untuk membuat ruang terbuka antara rumah dan jalan GSB juga bertujuan untuk mengendalikan area bebas yang harus ada pada suatu area umum tersebut.

3. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Cara Mengurus IMB
gambar oleh: smartlegal.id

Hal yang sangat penting diperhatikan selain peraturan-peraturan di atas adalah kepemilikan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan), karena selain bertujuan untuk menjamin kepastian hukum atas kelayakan, kenyamanan, serta keamanan sesuai dengan fungsinya.

IMB juga bertujuan untuk mengatur keserasian antara bangunan dan lingkungan sekitar bangunan tersebut berada.

Selain hal di atas, maka IMB juga bisa digunakan sebagai persyaratan untuk pengajuan kredit bank dalam membeli rumah (KPR) atau tanah, jaminan pinjaman bank dan sebagainya.

Untuk memperoleh IMB tersebut tentunya diperlukan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

IMB pada dasarnya tidak hanya ditujukan untuk membangun rumah atau bangunan baru saja, tetapi juga dalam hal renovasi, memperbaiki, menambah, atau merubah bentuk dan desain suatu bangunan/rumah tinggal.

Dasar pengaturan IMB pada dasarnya sama, karena ditentukan dengan Undang-Undang, namun demikian karena dijabarkan menjadi Peraturan Daerah di masing-masing daerah maka ketentuannya menjadi berbeda-beda untuk tiap-tiap daerah.

Untuk mengurus IMB, dokumen-dokumen yang harus Anda siapkan untuk mengajukan permohonan IMB tentunya tidak sama untuk setiap daerah.

Hal itu disebabkan Oleh karena biasanya ketentuan yang berlaku tergantung dari kebijaksanaan daerah yang bersangkutan, misalnya untuk daerah DKI tentunya sudah berbeda dengan Yogyakarta (DIY).

Akan tetapi biasanya secara umum dokumen yang harus Anda persiapkan mempunyai kesamaan, yaitu sebagai berikut:

  • Formulir permohonan IMB
  • Fotokopi KTP pemilik dan/atau pihak yang menguruskan IMB
  • Surat kuasa jika yang akan mengurus IMB Anda pihak ketiga, misalnya developer atau kontraktor pelaksana bangunan
  • Fotokopi pembayaran atau bukti pelunasan PBB terakhir
  • Fotokopi sertifikat/akte jual-beli/surat keterangan kepemilikan tanah yang sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Gambar arsitektur (gambar kerja) dan situasi bangunan yang akan didirikan (dibangun)

Untuk mengurus IMB yang dilakukan sendiri dengan pengurusan IMB yang dilakukan oleh pihak kontraktor (developer) pastinya memang berbeda, karena jika Anda mempercayai pihak tertentu seperti kontraktor atau pengembang (developer) maka selain harus memenuhi semua persyaratan di atas Anda juga harus membuat surat kuasa terhadap pihak yang akan melakukan pengurusan (kontraktor).

Untuk tarif pengurusan IMB pada setiap daerah biasanya juga berbeda, tergantung penjabaran di masing-masing darah sesuai dengan kondisi dan keadaan daerah tersebut.

IMB mempunyai manfaat yang sangat banyak, karena selain untuk menjamin kepastian hukum atas kelayakan, kenyamanan, dan keamanan sesuai dengan fungsinya, maka IMB juga berfungsi sebagai media untuk tetap menjaga ketertiban, keselarasan (harmoni), kenyamanan, serta keamanan dari bangunan itu sendiri terhadap pemakai bangunan (penghuni) maupun terhadap lingkungan sekitar di mana bangunan tersebut berada.

Selain untuk mengatur pembangunan rumah pada suatu lokasi tertentu, IMB juga berfungsi untuk mengatur bangunan di lokasi perumahan (bangunan yang dibangun secara masal).

Dalam suatu lingkungan perumahan IMB juga bertujuan untuk tetap menjaga keserasian antara lingkungan dengan bangunan-bangunan yang ada, sehingga bisa tercipta ketertiban dan kenyamanan hunian bagi seluruh warga penghuni perumahan.

Info lengkap tentang persyaratan IMB bisa dipelajari di sini.

Bab 2: Perencanaan Ruang dan Fasad

Keberhasilan dalam perencanaan ruang, layout denah, desain fasad, serta posisi (letak) dan orientasi sebuah bangunan akan sangat menentukan kualitas hunian/rumah tinggal tersebut, karena bangunan bisa fungsional, nyaman, kuat dan tahan lama, serta estetis.

A. Perencanaan dan Penataan Ruang

Untuk menciptakan keserasian hubungan dan kesatuan antarruang dalam rumah Anda, maka perlu dilakukan perencanaan yang matang serta penataan ruang yang sesuai dengan kegiatan dan aktivitas penghuni.

Selain itu penataan ruang juga bisa menciptakan aksesibilitas pencapaian antarruang yang merata antara ruang yang satu dengan lainnya.

Dengan meletakkan ruang-ruang berdasarkan karakter dan fungsinya kemudian ditambah ruang pengikat yang berupa ruang bersama (ruang makan dan ruang keluarga), maka akan menciptakan hubungan kesatuan dan keserasian antara penghuni dengan ruang-ruang yang dipakai, dan selanjutnya penghuni bisa merasa nyaman dan tenang serta betah untuk tinggal di dalamnya.

Prinsip dasar perencanaan ruang adalah menentukan ruang-ruang apa saja yang menjadi kebutuhan utama dalam rumah tinggal.

Untuk meningkatkan efisiensi dalam penataan ruang, maka sebaiknya ruang-ruang yang mempunyai fungsi serupa/mirip seperti misalnya teras dan ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan dapat disatukan (ditempatkan dalam zona yang sama).

Jika lahan yang tersedia cukup luas mungkin tidak perlu dilakukan efisiensi dalam perencanaan (penyatuan ruang berdasarkan fungsi), namun jika lahan yang Anda miliki mempunyai luasan terbatas, maka perencanaan merupakan sebuah awal yang terpenting sebelum Anda membangun rumah tinggal dan memegang peranan dalam proses pelaksanaan.

1. Menentukan Zonasi Ruang

Menentukan zonasi ruang merupakan upaya untuk menciptakan komposisi ruang yang menyatu berikut jalur sirkulasi yang tidak cross (terjadi benturan antar penghuni) dalam rumah tinggal dan betul-betul ideal, karena susunan tatanan ruang yang tidak sesuai dengan kaidah dan kondisi serta sifat serta karakter penghuni akan berdampak terhadap perubahan pola dan perilaku penghuni rumah tersebut.

Desain ruang tidur
Desain ruang tidur

Hal itu sangat beralasan, karena berdasarkan pada kenyataan bahwa ruang diciptakan dan ditata oleh perencana (arsitek atau pemilik rumah), tetapi setelah jadi dan digunakan, maka pola dan kebiasaan penghuni akan dipengaruhi oleh pola dan tatanan ruang tersebut, luasan dan bentuk ruang maupun bentuk tatanan serta luasan ruang sirkulasi yang digunakan antar anggota keluarga (penghuni rumah).

Pola penataan ruang-ruang dalam rumah yang terencana dengan baik serta bisa mengakomodir seoptimal mungkin sifat, perilaku dan tuntutan kebutuhan semua penghuni akan banyak membawa manfaat, terutama pada terciptanya sebuah rumah tinggal yang nyaman sesuai dengan keinginan serta ideal bagi Anda dan keluarga Anda.

Pola tatanan ruang
Pola tatanan ruang

Sebagai pedoman untuk membuat tatanan ruang-ruang agar bisa diletakkan berdasarkan sifat dan karakternya masing-masing bisa Anda lihat pada contoh diagram berikut.

  • Area Publik

Area publik (daerah bising) merupakan area yang biasanya dipakai untuk ruang-ruang yang bisa dijangkau dengan mudah oleh semua orang, baik anggota keluarga maupun tamu yang datang ke rumah tersebut.

Area publik misalnya teras, ruang tamu, voyer, carport, dan garasi.

  • Area Semi Privat (Isolasi/Perantara)

Area semi privat (daerah agak tenang) merupakan perantara antara ruang yang bising (ramai) dengan ruang yang tenang. Pada area ini Anda bisa menempatkan ruang makan, ruang keluarga, ruang santai, dapur, pantry, gudang maupun ruang yang masih bisa dijangkau oleh orang setelah area publik.

  • Area Privat (Private)

Area privat atau daerah tenang (private) digunakan untuk menempatkan ruang-ruang untuk istirahat, misalnya ruang tidur baik ruang tidur utama maupun ruang tidur anak, km/wc, ruang ibadah, gallery, ruang studio gambar dan sebagainya. Ruang-ruang yang berada pada area ini adalah ruang yang membutuhkan ketenangan yang stabil (jauh dari bising) serta terhindar dari polusi udara (debu) yang bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah (semua anggota keluarga).

2. Dasar Pertimbangan Penataan Ruang

Dalam melakukan penataan ruang-ruang pada rumah tinggal, sebaiknya juga diperhatikan beberapa hal yang terkait dengan ukuran (dimensi) ruang, material serta hubungan/keterkaitan antarruang itu sendiri.

Pertimbangan dalam perencanaan dimensi ruang bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan elemen – elemen pengisi ruang tersebut.

Untuk membentuk karakter yang dibangun Oleh sebuah ruang, maka perlu ditentukan jenis dan karakter material yang akan digunakan.

Sedangkan untuk menciptakan pola sirkulasi sebuah ruangan perlu dipertimbangkan keterkaitan-keterkaitan antar ruang tersebut.

Jika dalam perencanaan ruang-ruang yang ada dalam rumah tinggal memperhatikan beberapa poin tersebut, maka akan membawa banyak manfaat terhadap adanya tuntutan kebutuhan sebuah hunian/rumah tinggal yang nyaman dan ideal bagi Anda dan keluarga Anda.

  • Dimensi Ruang

Perencanaan akan besaran dimensi ruang merupakan unsur yang terpenting pada tahapan proses perencanaan rumah tinggal.

Hal itu disebabkan oleh karena rumah tinggal pada hakekatnya merupakan meterialisasi kebutuhan ruang bagi pemiliknya.

Berdasarkan pertimbangan dan kenyataan bahwa sebuah rumah dibuat untuk ditempati selamanya, maka apabila kebutuhan ruang baik jenis maupun luasannya tidak terpenuhi penghuni rumah tidak akan terasa nyaman dan betah untuk tinggal dalam waktu yang lama.

Dimensi (ukuran) ruang merupakan salah satu faktor penentu terpenuhinya kebutuhan ruang ideal dan nyaman bagi penghuninya di samping juga perlunya untuk melakukan analisis dari fungsi ruang itu sendiri, pertimbangan jumlah anggota keluarga yang akan menempati, jenis aktivitas dan kegiatan yang akan berlangsung, serta luas lahan yang tersedia maupun kemampuan anggaran/dana.

Sebagai contoh misalnya jumlah dan ukuran (dimensi) ruang tidur bisa ditentukan dengan melihat fungsi dan Jenis ruang, jumlah penghuni ruang maupun jenis kelamin.

Hal itu didasarkan pada pertimbangan bahwa pemakai ruang untuk jenis kelamin laki-laki dan wanita mempunyai perbedaan jenis aktivitas/kebiasaan dan perilaku.

  • Menentukan Material Yang Digunakan

Untuk menentukan jenis dan bahan yang akan digunakan dalam ruang-ruang dalam rumah tinggal bisa digunakan prinsip tepat guna, yaitu menggunakan bahan yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dana yang ada (ketersediaan dana).

Hal itu perlu dilakukan mengingat material yang akan kita gunakan untuk membangun sebuah ruang tidak harus selalu mewah dan mahal, tetapi harus sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan.

Untuk menyesuaikan dengan anggaran yang ada (budget), maka menentukan jenis bahan dan material yang sesuai dengan karakter desain merupakan faktor yang penting dalam proses membangun sebuah rumah tinggal yang baru maupun dalam proses renovasi.

Realisasi dari hal tersebut bisa dilakukan dengan memilih jenis bahan yang akan digunakan, misalnya untuk lantai akan digunakan keramik atau marmer, plafond akan menggunakan bahan gypsum atau bahan Iain, jenis perabot (furniture) yang akan digunakan berbahan kayu atau yang Iain.

Kemudian standar mutu bahan yang akan digunakan apakah KWI , KW2, atau KW3.

Agar Anda bisa memperoleh kepuasan bentuk desain dan kenyamanan tinggal dalam rumah, maka hal-hal di atas perlu dipertimbangkan dan ditentukan dengan matang dalam perencanaan ruang-ruang dalam rumah tersebut.

  • Hubungan/Keterkaitan Antar-Ruang

Pola sirkulasi ruangan biasanya dibentuk atau dipengaruhi oleh hubungan keterkaitan antarruang.

Oleh karena itu untuk melakukan penataan ruang-ruang di dalam rumah, Anda tidak boleh meninggalkan unsur kesatuan dan fungsi dari ruang-ruang tersebut.

Selain itu untuk menata ruang-ruang, Anda juga harus memperhatikan sifat serta fungsi dari masing-masing ruang tersebut.

Kebutuhan yang sangat beragam dari setiap anggota keluarga/penghuni rumah akan membuat aktivitas yang berlangsung di dalam rumah tersebut juga berbeda-beda.

Oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan yang matang untuk melakukan pengaturan denah ruang agar diperoleh nilai efisiensi yang maksimal sekaligus dapat mengakomodir semua aktivitas yang berlangsung di dalam rumah tersebut.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa ruang-ruang dalam rumah tinggal sebenarnya bisa dikelompokkan dalam ketiga bagian, yaitu daerah bising (public), daerah isolasi (semipublic) serta daerah tenang (private).

Aksonometri rumah tinggal
Aksonometri rumah tinggal

Apabila ruang-ruang yang ada pada rumah tidak diletakkan sesuai dengan kelompoknya masing-masing, maka akan memicu timbulnya unsur kesenjangan fungsi ruang dalam rumah tinggal tersebut.

Lebih jauh lagi hal itu akan berdampak terhadap timbulnya rasa tidak tenang dan nyaman atau bahkan kebisingan, di mana hal ini akan berdampak terhadap perubahan kejiwaan (psikis) penghuni rumah tinggal tersebut ke arah yang kurang menguntungkan (tidak baik).

Bila dilihat dari segi fungsi serta sifatnya, maka sebetulnya semua jenis ruang yang berada di dalam rumah akan berbeda, meskipun ada juga yang mempunyai fungsi dan sifat/karakter yang sama, misalnya seperti ruang keluarga mempunyai fungsi dan sifat yang sama dengan ruang santai dan home theater, sedangkan ruang kerja memiliki fungsi dan sifat yang mirip dengan ruang belajar serta ruang studio dan sebagainya.

Berbekal dari sifat dan karakter masing-masing ruang tersebut, maka Anda bisa meletakkan (menata) ruang sedemikian rupa sehingga akan menimbulkan suatu tatanan yang serasi dan terpadu mejadi satu kesatuan untuk menciptakan suasana yang nyaman, menyenangkan, dan membuat betah tinggal bagi seluruh anggota keluarga (penghuni).

Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk melakukan penataan ruang-ruang yang mempunyai fungsi dan sifat yang berbeda-beda namun bisa menjadi satu kesatuan yang harmonis serta merata akses pencapaiannya adalah sebagai berikut:

  1. Ciptakan ruang-ruang multifungsi yang sekaligus berfungsi sebagai ruang (space) pengikat dan dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas berbeda, misalnya berupa ruang keluarga, ruang makan maupun ruang santai.
  2. Letakkan ruang-ruang dengan fungsi dan sifat mirip dalam satu daerah (zone) yang sama, misalnya teras, ruang tamu, garasi bisa diletakkan pada daerah publik, sedangkan ruang makan, ruang keluarga, ruang santai (home theater) bisa diletakkan pada daerah semi-publik dan ruang-ruang yang membutuhkan ketenangan seperti ruang tidur utama, ruang tidur anak, km/wc, ruang tidur pembantu, tempat cuci, ruang jemur, ruang seterika, gudang, ruang kerja atau belajar bisa diletakkan pada daerah yang tenang (private).
  3. Sediakan ruang untuk sirkulasi yang cukup dan layak, agar tidak terjadi tabrakan (crossing) antar sesama anggota keluarga atau bila ada tamu yang datang.
  4. Apabila bentuk site mencukupi luasnya serta terletak ditepi jalan, maka usahakan ruang tamu terletak di tempat yang mudah dijangkau dari jalan.
  5. Apabila Anda akan menjadikan rumah Anda sebagai tempat usaha juga, maka tempatkan ruang kerja Anda pada bagian yang paling mudah dijangkau dari jalan.
  6. Tempatkan ruang tidur utama, ruang tidur anak, ruang tidur pembantu, km/wc maupun tempat jemuran dan gudang di tempat yang tenang (private zone). Jika rumah Anda bertingkat sebaiknya untuk ruang cuci dan jemuran diletakkan pada lantai atas, agar tidak memakan ruang pada lantai 1 dan pakaian bisa cepat kering karena terkena panas sepanjang hari.
  7. Ruang-ruang pelayanan seperti dapur, pantry maupun ruang seterika sebaiknya ditempatkan pada daerah yang tidak berhubungan langsung dengan ruang tamu karena akan menimbulkan gangguan baik bunyi maupun bau pada saat ada tamu.
  8. Apabila Anda akan menciptakan suasana makan dan istirahat yang nyaman dan tenang, maka Anda bisa menempatkan teras pada bagian samping atau belakang rumah persis di depan ruang makan dan ruang keluarga, agar pada saat makan tidak terganggu bunyi dan udara yang kotor.
  9. Jika rumah Anda bertingkat, maka sebaiknya pertimbangkan ukuran dan bentuk tangga serta letakkan tangga tersebut pada tempat yang mudah dijangkau serta terlihat dari segala arah.
  10. Apabila Anda menghendaki ruang tidur tamu baik dengan km/wc atau tidak, maka sebaiknya ditempatkan tidak jauh dengan ruang tamu dan ruang makan, agar sirkualsi anggota keluarga tidak terganggu tetapi tamu juga bisa melakukan aktivitas seperti makan dan istirahat serta bercengkerama dengan pemilik rumah pada ruang makan dan ruang keluarga tersebut dengan nyaman.

Dengan memasukkan berbagai pertimbangan perencanaan yang sudah disebutkan di atas, maka bentuk dan pola hubungan antar ruang yang terjalin akan membuat ruang yang satu dengan yang lainnya mempunyai ikatan yang erat dan menciptakan hubungan satu kesatuan yang utuh.

Manfaat yang bisa diperoleh dari upaya tersebut adalah penghuni rumah (seluruh anggota keluarga) bisa merasakan nyaman, tenang, serta tenteram dan akhirnya penghuni selalu merasa betah untuk tinggal di rumah tersebut.

3. Memahami Karakter Ruang

Untuk membuat suasana dalam rumah yang benar-benar homi, tenang, nyaman dan tenteram serta diselimuti dengan penuh kehangatan hubungan antar anggota keluarga, cinta dan kasih sayang memang senantiasa menjadi dambaan bagi setiap insan.

Namun demikian untuk mewujudkan semua itu memang diperlukan sebuah perencanaan yang matang, kesabaran serta ketelitian.

Hal tersebut disebabkan oleh karena Anda sebelumnya harus menentukan ruang-ruang apa saja yang menjadi kebutuhan utama serta mengakomodir semua aktivitas dan kegiatan yang akan berlangsung dalam rumah dari seluruh anggota keluarga.

Untuk bisa mengakomodasi semua kebutuhan dan tuntutan setiap anggota keluarga memang tidak mungkin dalam satu rumah tinggal apalagi luas lahannya terbatas, namun demikian Anda bisa mengeneralisasi semua itu dengan beberapa cara yang bisa menjembatani antara kebutuhan yang satu dengan yang lain.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk hal di atas adalah dengan memahami karakter dari masing- masing ruang itu sendiri.

desain cluster
Desain cluster

Misalnya dengan melakukan prioritas terhadap ruang-ruang yang harus mendapatkan akses langsung dari luar, memperhatikan ruang-ruang apa saja yang membutuhkan sinar matahari secara langsung serta pertukaran hawa (cross ventilation) dan harus diletakkan pada bagian yang berhubungan dengan udara terbuka, kemudian ruangan apa saja yang hanya butuh pertukaaran udara (bisa diletakkan di dalam).

Untuk meletakkan ruang-ruang yang diinginkan dalam sebuah rumah agar didapatkan suasana yang tenang, nyaman dan tenteram, maka peletakannya bisa dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakternya, yaitu mana yang harus dimasukkan dalam area publik, area personal (semi privat), dan area servis (privat).

Contoh penempatan ruang tersebut misalnya untuk teras dan ruang tamu bisa ditempatkan pada area publik, sedangkan untuk ruang tidur, ruang keluarga, ruang makan, ruang baca, dan ruang kerja bisa dimasukkan pada area personal.

Kamar mandi dan wc serta dapur bisa dimasukkan pada area servis. Jika Anda bisa melakukan pembagian berbagai ruang-ruang berdasarkan karakter tersebut, maka niscaya berbagai aktivitas yang bersifat personal atau tidak bisa berlangsung secara beriringan tanpa ada yang terganggu antara satu dengan yang lain.

  • Ruang Simpel dan Praktis

Salah satu upaya untuk membuat suatu ruang dalam rumah tersebut terasa nyaman dan bisa memberi kesan lapang adalah dengan cara memahami sifat dan karakter ruang tersebut berikut ruang-ruang di sekelilingnya, karena dengan memahami karakter dan sifat ruang tersebut kita bisa menentukan berbagai hal yang dibutuhkan oleh sebuah ruang dan mengetahui berbagai hal yang tidak diperlukan keberadaannya serta mengakomodir (memasukkan) berbagai kebutuhan dan tuntutan setiap penghuni (anggota keluarga).

Realisasi dari upaya untuk membuat ruang bisa terasa nyaman, membuat betah dan bisa memberi kesan lapang adalah dengan menciptakan kesan ruang simpel dan praktis.

Kesan ruang simpel dan praktis bisa tercermin melalui beberapa upaya sebagai berikut:

  1. Adanya kesesuaian desain tata ruang yang secara optimal bisa mengakomodir tuntutan, aktivitas dan kegiatan pemakai ruang.
  2. Pemilihan jenis furnitur yang sesuai dengan warna dan ukuran serta bentuk desain tata ruang, maupun bersifat multifungsi (fleksibel).
  3. Pemilihan warna dinding (ruang) berikut perabotan yang sesuai dengan fungsi ruang. Sebagai contoh misalnya ruang tamu diberi warna cerah seperti putih, kuning muda atau krem agar yang lebih lembut dan berkesan sejuk seperti warna biru muda dan hijau muda, sehingga suasana uang menjadi tenang dan nyaman. Untuk ruang tidur anak bisa dipilih warna cerah seperti biru, merah dan kuning agar bisa merangsang imajinasi dan kreativitas anak.
  4. Jika Anda akan melakukan penggabungan berbagai fungsi ruang seperti misalnya ruang keluarga, ruang makan, serta ruang tarnu, maka bisa Anda kelompokkan fungsi tersebut dengan pernilihan furnitur sesuai dengan fungsi dan karakternya serta membuat perbedaan tinggi lantai (split). Dengan demikian fungsi ruang akan terlihat jelas dan bersifat praktis namun suasananya berkesan akrab dan menyatu, sehingga bisa menciptakan keakraban antar-penghuni dan membuat betah.
  • Ruang Fungsional dan Fleksibel

Sebagai upaya Iain selain hal di atas untuk mengoptimalkan perencanaan tata ruang sebuah rumah tinggal agar ruang-ruang yang ada bisa mengakomodir semua tuntutan kebutuhan dan aktivitas penghuninya, bisa dilakukan dengan membuat berbagai fungsi ruang menjadi fungsional dan fleksibel.

Ruang yang fungsional dan fleksibel mengandung pengertian bahwa ruang tersebut bisa mengadopsi beragam kebutuhan penghuni yang notabene berbeda-beda tuntutan dan keinginannya.

Upaya untuk membuat fungsi ruang fungsional dan fleksibel adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan perencanaan yang teliti dan matang untuk mengatur bentuk dan layout denah rumah agar masing-masing ruang bisa berfungsi secara optimal serta mempunyai akses yang merata dengan ruang sirkulasi yang cukup.
  2. Jika memang lahan pada rumah Anda terbatas namun tuntutan jumlah dan jenis ruang yang Anda butuhkan cukup banyak, maka Anda bisa memilih jenis furnitur yang bersifat multifungsi serta melakukan peletakan yang benar dan efisien. Sebagai contoh misalnya ruang makan, ruang keluarga dan ruang kerja bisa dijadikan satu dengan membuat bentuk dan ukuran furnitur (meja dan kursi) yang fleksibel, sehingga meja tersebut bisa digunakan untuk makan tetapi juga bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan pada saat-saat tertentu.
  3. Gunakan pembatas ruang/sekat yang fleksibel, sehingga memudahkan untuk melakukan penggabungan fungsi jika diperlukan, misalnya untuk acara arisan yang perlu ruang luas bisa dilakukan dengan cara memindahkan furnitur dan menghilangkan pembatas ruang/sekat.
  4. Tempatkan jenis ruang sesuai dengan peruntukan area, misalnya ruang apa saja yang harus ditempatkan pada area publik, area servis, atau area personal (private). Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu masing-masing anggota keluarga yang sedang melakukan aktivitas dalam waktu yang bersamaan, misalnya yang satu sedang menonton televisi, tetapi yang lain harus memasak, belajar atau bekerja, maka aktivitas tersebut dapat berjalan terus tanpa ada yang terganggu satu sama lainnya.
  5. Sesuaikan komposisi warna ruang (dinding) dengan model dan bentuk serta warna fumitur pada setiap ruang. Jika perlu pilih jenis furnitur yang fleksibel dan bersifat lepas seperti meja dan kursi, sehingga bentuk tata ruang bisa diubah-ubah sesuai dengan keinginan setiap saat.
Perpaduan warna dinding plafond
Perpaduan antara warna dinding dan plafond terhadap perabot yang sesuai akan memberi kesan harmonis suatu ruang. Jika hal itu dipadu dengan ketinggian plafond yang sesuai, maka akan menciptakan kenyamanan ruang.

karena itu Anda perlu membuat daftar kebutuhan ruang berdasarkan jenis kegiatan yang akan dilakukan oleh semua anggota keluarga.

Setelah Anda memperhitungkan semua kegiatan seluruh anggota keluarga, maka Anda akan bisa mengakomodir semua kebutuhan melalui sebuah perencanaan konsep ruang yang akan Anda terapkan pada rumah tinggal tersebut.

Untuk menentukan jenis ruang apa saja yang akan Anda masukkan, maka Anda bisa menggunakan skala prioritas untuk menentukan ruang apa saja yang harus mendapat prioritas (diutamakan).

Sebagai contoh misalnya ruang yang bisa digunakan bersama atau bahkan jarang digunakan bisa digabungkan atau bahkan ditiadakan jika memang lahan yang tersedia terbatas.

Contoh ruang-ruang yang bisa Anda realisasikan dalam membangun sebuah rumah tinggal adalah sebagai berikut:

  • Teras
  • Ruang tamu
  • Ruang tidur anak
  • Ruang keluarga
  • Ruang makan
  • Dapur dan pantry
  • Kamar mandi dan WC
  • Ruang cuci, seterika dan jemur
  • Ruang pembantu

B. Perencanaan Bentuk dan Desain Fasad

Desain dinding
Jenis material serta tekstur dan warna dinding sangat mempengaruhi citra dan eksprsi desain sebuah bangunan. Jika faktor-faktor itu dipadu dan diintegrasikan dengan baik terhadap gaya arsitektur, maka eksplorasi dinding akan menambah kualitas estetika bangunan. Untuk menonjolkan orientasi view bangunan bisa dilakukan dengan memainkan warna fasad atau menonjolkan karakter material (tekstur) fasad pada salah satu Sisi bangunan dengan jenis material tertentu, misalnya batu candi seperti tampak dalam contoh gambar.

Dalam sepanjang Anda merencanakan rumah tinggal, sebaiknya Anda melakukannya dengan cermat, detail dan teliti.

Hal itu sangat diperlukan, karena pada dasarnya dalam perencanaan rumah Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor selain legalitas (kelengkapan perijinan bangunan), yaitu kenyamanan, keamanan, serta estetika (keindahan).

Memang tidak mudah untuk bisa melakukannya bagi orang awam (bukan arsitek), namun paling tidak dengan memasukkan berbagai pertimbangan tersebut maka akan didapatkan hasil yang optimal sebuah bentuk desain rumah yang menjadi idaman bagi Anda dan seluruh anggota keluarga (seluruh penghuni rumah).

Jika Anda tidak ingin melakukan hal di atas, maka Anda bisa bekerjasama dengan seorang arsitek untuk membantu mewujudkan keinginan Anda dalam membuat rumah idaman, karena nantinya melalui seorang arsitek keempat faktor tersebut akan dipadukan menjadi suatu bentuk tatanan kesatuan yang bersifat serasi dan seimbang melalui sebuah desain bangunan.

Jika Anda menggunakan Jasa seorang arsitek, maka semua keinginan dan kemampuan Anda akan diterjemahkan dalam suatu bentuk desain secara teliti dan cermat, yaitu sebuah desain rumah tinggal.

1. Menentukan Jenis Elemen Konstruksi dan Fasad

  • Lantai

Lantai merupakan alas (media) berbagai kegiatan pada suatu ruang.

Oleh karena itu upayakan untuk memilih bahan lantai yang kering (tidak lembab), sehingga bisa selalu bersih, nyaman dan sehat bagi penghuninya.

Contoh bahan lantai tersebut misalnya keramik, granit, marmer dan lain-lain.

Pilih jenis lantai yang keras dan tidak mudah berlubang, sehingga mudah dirawat dan tidak memungkinkan masuknya binatang dari dalam tanah seperti rayap, cacing serta jenis serangga yang bisa mengganggu dan merusak bahan bangunan.

Jika Anda akan menggunakan asesoris penutup lantai, maka pilihlah penutup lantai yang rata agar mengurangi kelembaban dan mudah dibersihkan serta terlihat bersih.

Untuk mencegah kelembaban udara dalam ruangan serta menciptakan suasana yang nyaman, maka pilihlah jenis lantai yang mempunyai konstruksi yang baik dan kedap air, tidak mudah terbakar dan berlumut, sehingga tidak lembab dan bau sehingga ruang akan lebih sehat.

Untuk menjaga agar lantai tetap kering, maka aturlah ketinggian lantai agar semua lantai semua ruang-ruang di dalam rumah lebih tinggi dari bagian teras atau luar rumah, supaya air tidak dapat masuk ke dalam rumah serta jika ada air yang masuk dapat dikeluarkan dengan mudah.

Untuk membantu menciptakan keindahan dan estetika ruang dan fasad bangunan, maka gunakan jenis lantai yang tidak mudah kotor dan tergores dan tidak menyerap warna, misalnya keramik atau marmer, sehingga lantai selalu terlihat bersih dan rapi.

Sebagai upaya pencegahan, maka jangan menggunakan bahan lantai yang mudah diserang rayap, misalnya kayu dengan kualitas yang kurang bagus.

  • Dinding

Jika dilihat dari segi fungsi sebenamya dinding mempunyai 2 (dua) jenis fungsi, yaitu sebagai pemikul dan penyekat/penutup.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi, maka fungsi dinding pemikul mulai ditinggalkan, karena fungsi dinding pemikul bisa diganti dengan kekuatan struktur inti, yaitu keberadaan pondasi, sloof, kolom dan ring balk, sehingga dinding hanya berfungsi sebagai penyekat atau penutup.

Dalam memenuhi tuntutan estetis, dinding bisa berupa dinding masif maupun transparan.

Untuk menunjang desain sebuah bangunan (rumah), eksplorasi dinding sangat mutlak diperlukan karena dinding akan mempengaruhi citra fasad bangunan tersebut.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa dengan mengolah dinding maka tampilan bangunan akan menjadi lebih menarik.

Untuk membuat tampilan dinding yang menarik bisa Anda upayakan dengan memilih jenis material bangunan yang sesuai dengan nuansa desain, komposisi warna dinding maupun elemen penunjang yang berupa asesories (misalnya berupa wallpaper atau yang lain) untuk menambah kesan arstistik fasad (wajah) bangunan.

  • Pintu

Pintu juga merupakan sebuah elemen fasad yang berfungsi sebagai pembatas area (ruang).

Selain pintu berfungsi sebagai pembatas antara ruang luar dengan rumah, pintu juga merupakan media penghubung antara kamar yang satu dengan yang lain.

Dalam kapasitasnya sebagai sebagai media penghubung (perantara) antara bagian luar dengan rumah, maka pintu juga berfungsi sebagai sebagai media vocal point (penunjang artistik sebuah fasad).

Oleh karena itu upayakan agar desain pintu bisa menyatu dengan elemen desain yang lain dan bisa menambah nilai artistik fasad secara keseluruhan.

  • Jendela

Sama halnya dengan pintu, maka jendela juga merupakan sebuah elemen fasad yang penting dan mempengaruhi kualitas fasad bangunan.

Desain jendela
Desain jendela

Jika ditinjau dari segi desain, jendela berfungsi sebagai media penyeimbang tatanan desain elemen bukaan fasad di samping pintu. Sedangkan jika ditinjau dari segi fungsi, jendela berfungsi sebagai media untuk memasukkan cahaya dan sirkulasi udara.

Oleh karena itu bentuk dan ukuran serta penempatan jendela sangat didasarkan oleh kebutuhan akan desain bangunan itu sendiri.

Sebagai contoh misalnya bisa tercipta bentuk jendela memanjang ke arah horisontal dengan maksud untuk menciptakan aliran udara cross ventilation, atau bentuk jendela memanjang ke arah vertikal dengan tujuan untuk pencahayaan dalam waktu yang cukup lama serta terang dan sebagainya.

Oleh karena itu upayakan agar desain jendela juga bisa menyatu dengan elemen desain yang lain dan menambah nilai artistik fasad.

  • Atap

Atap merupakan jenis struktur bangunan yang terletak pada bagian paling atas (upper structure), yang fungsinya sangat vital, yaitu sebagai mahkota bangunan dan elemen estetika (untuk memperindah dan mempercantik penampilan bangunan) serta sebagai pelindung seluruh penghuninya.

Desain atap limasan
Atap merupakan pelindung bangunan sekaligus juga merupakan mahkota

Sebuah atap idealnya harus kokoh dan kuat, baik dari segi penutup atapnya maupun struktur pendukungnya.

Tuntutan struktur atap harus kuat didasarkan adanya pertimbangan bahwa pada atap akan bekerja tiga jenis beban, yaitu berat beban atap itu sendiri (berupa penutup atap, struktur rangka, dan penopangnya) beban dari luar yang berupa angin baik tekan maupun hisap, serta beban yang bergerak yang berupa manusia pada saat melakukan pemasangan atau perawatan atap tersebut.

Lebih jauh jika ditinjau dari segi fungsinya, maka atap mempunyai fungsi utama untuk melindungi bangunan maupun ruang yang berada di dalamnya agar terlindung dari berbagai gangguan alam (fisik), biologis maupun keamanan.

Gangguan fisik misalnya hujan, angin, panas matahari serta gangguan perubahan

iklim, sedangkan gangguan yang bersifat biologis misalnya berupa gangguan dari binatang buas serta serangga, dan gangguan keamanan misalnya berupa pencurian dan sebagainya.

Untuk memperoleh suatu kenyamanan dalam rumah, hendaknya dalam merencanakan atap perlu dipertimbangkan beberapa faktor yang terkait dengan kondisi iklim di mana rumah tersebut akan dibangun.

Faktor yang perlu dipertimbangkan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan jenis material atap, pilih jenis material yang kuat tetapi ringan dan tidak membuat panas
  • Bentuk dan ukuran dari atap yang akan dibangun, sesuaikan dengan desain fasad
  • Teknik atau metode pengerjaan atap, hal ini berkaitan dengan kekuatan dan keawetan serta kemudahan perawatan (maintenance).

Untuk menunjang penampilan bangunan, maka struktur dan bahan atap bisa dipilih berdasarkan bentuk dan desain fasad dari bangunan tersebut.

Untuk jenis rangka atap bisa digunakan struktur dinding (sopi-sopi), kuda-kuda dari kayu maupun baja, struktur baja konvensional, atau struktur baja ringan.

Sedangkan untuk bahan penutup atap bisa berupa genteng, sirap, polycarbonate, asbes dan lain-lain.

  • Teras, Balkon dan Railing

Teras merupakan ruang yang terletak pada bagian paling luar.

Teras Balkon Railing
Balkon dan teras bisa digunakan sebagai media istirahat dan penunjang estetika fasad bangunan.

Selain berfungsi untuk menerima tarnu yang baru datang, teras biasanya digunakan untuk tempat bersantai antar anggota keluarga pada saat-saat tertentu, misalnya pada Saat sore hari atau malam hari di mana seluruh anggota keluarga berada di rumah.

Selain diletakkan dibagian depan rumah, teras juga sering diletakkan pada bagian samping rumah atau bagian belakang rumah.

Jika dibagian samping, teras biasanya diletakkan di depan ruang keluarga dan ruang makan serta berfungsi untuk tempat istirahat dan menikmati taman di bagian samping atau di belakang rumah.

Balkon merupakan suatu bentuk konstruksi yang terletak menempel di bagian luar dinding lantai dua.

Balkon mempunyai fungsi seperti teras, yaitu bisa digunakan untuk tempat istirahat serta sebagai penunjang elemen estetis fasad bangunan.

desain balkon
Desain balkon

Untuk tujuan keamanan dan melengkapi kesempurnaan tampilan balkon maupun fasad bangunan, biasanya pada balkon dilengkapi dengan railing.

Railing yaitu pagar pembatas yang digunakan untuk pengaman pada balkon.

Karena keberadaan railing juga sangat menunjang kesempurnaan desain fasad, maka hendaknya desain railing juga harus disesuaikan dengan nuansa desain fasadnya.

  • Pagar

Pagar merupakan media penyelaras eksterior suatu desain bangunan, oleh karena itu fungsi pagar selain harus bisa menjamin rasa aman dan nyaman juga harus bisa menjadi penunjang nilai estetika desain bangunan yang ada di dalamnya.

Desain pagar rumah
Desain pagar rumah

Penentuan dan pengaturan landscape serta pagar biasanya dilakukan pada bagian paling akhir dari pelaksanaan bangunan, hal ini antara lain karena pada saat proses pembangunan rumah berlangsung biasanya pada bagian depan dan halaman rumah tersebut masih dipenuhi material bangunan, sehingga akan mengganggu jalanya proses pengolahan ruang luar (eksterior) dan pagar halaman rumah tersebut.

Hal yang perlu diperhatikan agar diperoleh suatu kesatuan tatanan bentuk desain antara bangunan (rumah) dengan eksterior (landscape) adalah sebagai berikut:

  • Sesuaikan bentuk dan desain pagar halaman dengan bentuk dan desain bangunan (nuansa Arsitektur) rumah Anda.
  • Tentukan ketinggian dan desain pagar agar serasi dengan bangunan rumah Anda, karena bentuk pagar yang terlalu tinggi akan membawa kesan dan makna tersendiri bagi kehidupan sosial masyarakat sekitar rumah Anda.
  • Tentukan bahan dan finishing pagar yang senada dengan karakter finishing fasad rumah Anda.
  • Pilih karakter tekstur bahan untuk pagar yang sesuai dengan nuansa desain bangunan serta kuat, awet dan tahan serta mudah perawatannya, sehingga memudahkan perawatan (maintenance) jika terjadi kerusakan.

2. Merancang Eksterior (Landscape)

Keberadaan eksterior (taman dan ruang terbuka) selain berfungsi sebagai penyeimbang (balancing) antara arsitektur, estetika dan bangunan juga bermanfaat sebagai area untuk mencari pemandangan dan sumber udara segar (paru-paru), maupun sebagai media resapan air.

Mengingat manfaat taman dalam sebuah rumah cukup banyak, maka taman sangat berguna bagi sebuah rumah dan penghuninya.

Jika ditinjau dari segi kesehatan, maka taman dengan bentuk dan gaya tertentu berikut tanamannya bisa berfungsi sebagai penyaring (filter) udara, debu, maupun penyekat kebisingan yang ditimbulkan dari jalan.

Untuk taman yang ditempatkan di halaman depan rumah hendaknya dipilih bentuk dan gaya serta tanaman dan pohon yang selaras dengan desain (arsitektur) bangunan.

Dengan demikian akan tercipta keseimbangan (balance) antara desain bangunan dan eksteriornya hingga tercipta sebuah keselarasan antara desain fasad bangunan dan taman maupun pagar pembatasnya.

Jika tidak dilengkapi dengan sebuah taman, maka rumah akan terasa kurang nyaman, gersang, panas, dan kurang indah (estetis).

Desain taman rumah
Desain taman rumah

Untuk taman yang akan Anda hadirkan di dalam sebagai pelengkap teras samping serta ruang keluarga dan ruang makan tidak harus berupa taman seperti yang ada di depan rumah, tetapi bisa berupa taman kering (dry garden) yang berupa tatanan batu kerikil dan beberapa pot berikut tanaman jenis tertentu yang sesuai dan tidak membutuhkan banyak sinar matahari secara penuh seperti jenis paku-pakuan.

Sebagai alternatif lain bentuk taman untuk menunjang estetika bangunan rumah Anda, maka Anda bisa menambahkan taman yang mengandung unsur air berupa kolam serta air terjun.

Jika dirawat dengan baik dengan memperhatikan sistem sirkulasi maupun filter (penyaringan) dengan baik, maka suasana kolam yang diselimuti uap air serta suara gemercik dari air terjun bisa menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman bagi seluruh penghuni rumah tersebut.

Taman yang berupa kolam serta air terjun berikut tanaman serta pohon pelengkapnya tidak hanya bisa Anda hadirkan pada halaman depan, namun juga bisa ditempatkan di samping atau bahkan di belakang rumah sebagai media istirahat yang terlepas dari gangguan bunyi dan polusi.

Bab 3: Merancang Bentuk dan Desain Rumah

Kesesuaian antara desain bangunan dengan pemilihan jenis material dan finishing yang tepat akan menambah nilai estetis serta bisa menciptakan rumah tinggal yang nyaman dan menyenangkan serta membuat betah seluruh anggota keluarga untuk tinggal di dalamnya.

A. Konsep Perancangan Bentuk dan Desain

Untuk menciptakan sebuah hunian (rumah tinggal) yang betul-betul nyaman dan membuat betah penghuninya, maka selain Anda harus melakukan perencanaan yang matang dalam menentukan program ruang yang dibutuhkan dan bisa mengakomodir semua kegiatan dan aktivitas penghuninya juga perlu dipertimbangkan pengaruh iklim dan lingkungan di mana rumah tersebut akan dibangun.

Hal itu sangat perlu, karena iklim negara kita adalah iklim tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim panas yang intensitas kemarau maupun hujanya cukup tinggi, sehingga tingkat kelembaban juga tinggi.

Oleh karena itu desain bangunan sebaiknya disesuaikan dengan konteks lokasi (lingkungan sekitar).

Dengan demikian tuntutan pemenuhan fungsi, penerjemahan konsep, maupun keselarasan antara desain dengan keadaan lingkungan sekitar akan sangat menentukan bentuk dan estetika bangunan tersebut, sehingga estetika (keindahan bangunan) pada dasamya tidak hanya ditentukan oleh unsur dekoratif semata yang dibalutkan pada fasad bangunan.

Jika bentuk dan desain bangunan dihadirkan atas berbagai pertimbangan yang muncul dalam konsep perencanaan sebagai upaya untuk mengakomodir semua tuntutan dan kebutuhan setiap penghuni (seluruh anggota keluarga), maka niscaya rumah yang Anda bangun akan memberikan rasa nyaman, tenang, tentram, dan selalu membuat penghuni betah tinggal di dalamnya.

B. Ragam Desain Rumah Tinggal

Sebelum membangun rumah diperlukan sebuah rancangan yang matang, yaitu kenali seberapa banyak ruang yang dibutuhkan kemudian upayakan agar ruang-ruang tersebut bisa memenuhi kebutuhan setiap anggota keluarga.

Jika lahan yang Anda punyai cukup luas mungkin tidak ada masalah, namun apabila lahan Anda terbatas maka Anda harus melakukan efisiensi.

Efisiensi bisa dilakukan melalui upaya memaksimalkan desain tata ruang, sehingga masing-masing ruang bisa bersifat fungsional dan fleksibel.

Selain upaya untuk memaksimalkan fungsi ruang, Anda juga harus memikirkan finishing bangunan dan perabot pengisi (furnitur) masing-masing ruang.

Upayakan agar finishing bangunan Anda mudah dikerjakan dan dirawat.

Sedangkan untuk memilih perabot, usahakan agar perabot (furnitur) tersebut juga fungsional dan fleksibel untuk digunakan, sehingga memudahkan penataan jika akan dilakukan perubahan sesuai dengan keinginan dan tuntutan Anda.

Sebagai referensi layout denah (konfigurasi ruang) dan desain rumah tinggal berbagai tipe, berikut kami sajikan desain rumah yang diharapkan bisa menginspirasi Anda:

1. Desain Rumah Tipe 54/115

denah rumah tipe 54/115
Denah rumah tipe 54/115

Rumah dengan luas total ruang 54 m2 merupakan sebuah ukuran rumah yang belum bisa disebut sebagai rumah yang besar, namun rumah dengan tipe 54 sebenarnya sudah merupakan luasan yang cukup bagi sebuah keluarga yang mempunyai satu atau dua anak.

Pada contoh kasus ini sengaja diambil sebuah luasan lahan yang cukup longgar, yaitu 115 rn2. Hal itu didasarkan pada pertimbangan bahwa biasanya sebuah keluarga akan tumbuh dan mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutannya, oleh karena itu dengan luas 115 m2 nantinya bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, baik vertikal maupun horisontal.

Berdasarkan kenyataan yang ada bahwa kebutuhan akan rumah tinggal yang layak huni ternyata masih mengalami banyak kekurangan, maka luasan 54 m2 juga sering diaplikasikan untuk bangunan perumahan (dibangun dengan skala massal).

desain rumah tipe 54/115
Desain rumah tipe 54/115

Pada contoh gambar di atas terlihat bahwa rumah tipe 54 yang bergaya minimalis juga sangat sesuai untuk direalisasikan (dibangun) pada lokasi perumahan dengan layout tertentu.

Rumah bergaya minimalis modern ini disempurnakan dengan balutan atap pelana dengan kemiringan 35 sehingga bisa mempercepat aliran air hujan pada saat terjadi hujan (memperkecil kelembaban udara dalam ruang).

Untuk mengoptimalkan kenyamanan ruang di dalamnya, maka dilengkapi juga dengan bukaan ruang (jendela) yang cukup besar, sehingga memungkinkan cahaya matahari untuk masuk dengan leluasa serta memperbesar aliran udara dalam rumah.

2. Desain Rumah Tipe 56/119

denah rumah tipe 56/119
Denah tipe 56/119

Contoh desain rumah yang kedua ini sengaja diambil sebuah rumah dengan luas 56 m2.

Luasan ini juga belum bisa disebut sebagai rumah yang besar, namun rumah dengan 56 m2 sebenamya sudah bisa dibuat tiga ruang tidur dengan luasan yang cukup, yaitu dua ruang tidur anak dan satu ruang tidur utama.

Untuk jenis ruang-ruang yang lain memang masih terbatas jumlahnya, namun bisa sedikit lebih longgar dibanding dengan luasan 54 m2.

Dengan menggunakan sebuah konsep pengembangan rumah tumbuh, maka contoh layout rumah dengan tipe 56 yang dibangun pada lokasi dengan luas 119 m2 nantinya juga bisa dikembangkan dengan mudah sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan penghuni rumah.

desain rumah tipe 56/119
Desain rumah 56/119

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan penghuni, maka tata letak denah rumah dengan luas 56 m2 harus disusun berdasarkan aspek fungsional dan dinamis.

Hal tersebut disebabkan karena dengan luasan terbatas, namun kebutuhan ruangnya tetap bisa terpenuhi.

Jenis ruang yang bisa dimasukkan adalah teras, ruang tamu, ruang tidur utama, km/wc, ruang keluarga/makan, dapur, dan dua ruang tidur anak.

Untuk persiapan pengembangan dikemudian hari, kali ini diambil contoh luas tanah 119 m2.

Dasar pertimbangan tersebut cukup memperkuat alasan untuk upaya perluasan ruang sesuai dengan tuntutan kebutuhan, baik ke arah vertikal maupun horisontal.

Dengan mengusung gaya minimalis, fasad rumah ini sangat didominasi oleh adanya permainan bidang-bidang horisontal dan vertikal.

Bidang horisontal yang sangat dominan berupa batu candi bermotif yang horisontal minimalis bisa dijadikan sebagai eye catching/focal point (pusat perhatian) dari desain bangunan tersebut.

3. Desain Rumah Tipe 74/240

denah rumah tipe 74/240
Denah rumah tipe 74/240

Contoh pembahasan desain yang ketiga juga masih berupa bangunan yang bergaya minimalis.

Dengan menggunakan konsep sebuah hunian dalam taman, maka bangunan rumah tinggal ini diletakkan tepat ditengah tapak, sehingga bisa dikelilingi oleh area terbuka hijau yang akan membuat nyaman dan segar setiap saat semua penghuni.

Pengolahan secara optimal pada fasad yang langsung berhadapan dengan jalan dilakukan menggunakan prinsip simple, clean, and elegance, yaitu membuat fasad dengan bentuk yang sederhana tanpa menggunakan ornamen tetapi bisa berkesan atraktif dan dinamis dengan permainan bidang dan warna kontras.

Untuk mengoptimalkan kenyamanan dan kesegaran pada setiap ruang, maka rumah dengan luas 74 m2 dan luas lahan 240 m2 ini layout denahnya dibuat menggunakan pola linier (menerus).

Hal itu diupayakan untuk mengoptimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan ruang-ruang dalam rumah tersebut.

Selain itu untuk tujuan kenyamanan dan kesegaran juga ditambahkan taman dalam (inner courtyard) disebelah garasi dan berseberangan langsung dengan ruang makan/keluarga.

Jenis ruang yang bisa dimasukkan pada denah ini adalah carport, garasi, teras, ruang tamu, ruang tidur (2 buah), ruang keluarga/makan, km/wc, dan dapur.

Tujuan lain menggunakan pola linier layout denah adalah agar denah ini mudah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangannya.

Sebagai mahkota bangunan, atap pada rumah tinggal perlu disesuaikan dengan nuansa desain dan fasadnya.

desain rumah tipe 74/240
Desain rumah tipe 74/240

Sebagai contoh misalnya dengan memberi balutan genteng beton flat motif garis yang diberi warna hijau.

Upaya tersebut bisa digunakan untuk menciptakan kesatuan fasad bangunan yang mengandung unsur hijau terhadap atap.

Genteng beton flat warna hijau merupakan alternatif finishing lain selain genteng gelombang dengan warna merah bata.

Nuansa minimalis bangunan rumah tinggal ini sangat diperkuat oleh permainan bidang fasad yang diberi warna-warna yang kontras.

Agar tidak berkesan monoton, maka pada bidang-bidang fasad tersebut diberi aksentuasi warna putih dan kuning dalam bentuk garis-garis horisontal dan vertikal.

Sebagai sentuhan artistik, maka pada bagian tertentu bidang fasad dibuat motif garis horisontal minimalis, yaitu pada bagian warna coklat krem (coklat muda) dan ungu.

Untuk menambah kesan atraktif dan elegan, semua warna kusen pada pintu dan jendela, baik pintu masuk maupun pintu garasi diberi warna putih.

Hal itu akan memperkuat eksistensi warna-warna pada fasad bangunan.

4. Desain Rumah Tipe 84/160

denah rumah tipe 84/160
Denah rumah tipe 84/160

Desain rumah yang keempat ini mengambil contoh sebuah rumah dengan luas 84m dan luas lahan 160m2.

Tipe ini sebetulnya merupakan luasan rumah yang sudah cukup luas, namun karena hanya mempunyai satu muka (fasad), maka membutuhkan upaya khusus agar tidak berkesan monoton bentuk dan desainnya.

Dengan gaya minimalis modern, desain rumah tersebut diperkuat oleh adanya permainan bidang dinding warna merah dengan aksen garis putih yang dipadu dengan adanya balok-balok vertikal warna kuning dan putih serta dipertegas dengan kehadiran batu candi.

Menentukan tata letak ruang agar sesuai dengan fungsi dan jenis kegiatan yang akan berlangsung di dalamnya memang mutlak dilakukan sebelum membuat denah, karena hal itu merupakan upaya untuk mengakomodir kebutuhan setiap anggota keluarga meskipun dengan luasan lahan terbatas.

Contoh layout denah yang dibuat dengan pertimbangan tersebut misalnya seperti di atas, di mana susunan ruangnya terdiri dari teras, ruang tamu, ruang tidur utama, rung tidur anak, km/wc, dapur dan ruang makan, carport dan garasi.

desain rumah tipe 84/160
Desain rumah tipe 84/160

Dengan luas lahan 160 m2, denah yang mempunyai luas lantai 84 m2 tersebut memungkinkan untuk dikembangkan baik secara horizontal maupun vertikal.

Upaya untuk mempertegas bidang solid (dinding berwarna merah dan batu candi serta balok-balok vertikal), maka semua kusen pintu dan jendela termasuk pintu garasi diberi warna putih agar bisa memberikan aksen yang dinamis dan aktraktif namun tetap serasi, karena warna putih merupakan media aksentuasi yang elegan.

Kehadiran desain bangunan dengan gaya minimalis modern tersebut juga diperkuat dengan kehadiran atap (genteng beton flat motif garis) berbentuk pelana yang diberi warna hitam.

Sebagai mahkota bangunan, atap yang diberi warna hitam tersebut sangat sesuai untuk memberi atap dinding yang difinishing dengan cat dan batu candi, sehingga bisa membentuk kesatuan yang harmoni antara finishing fasad dan atapnya.

Desain rumah dengan gaya minimalis modern ini juga diperkuat adanya permainan dinding yang unik (unique) dari komposisi bukaan ruang serta ditunjang dengan pola ruang dalam yang cenderung lebar.

Kesempurnaan fasad juga ditunjang dengan bentuk dan kemiringan atap tersebut, yaitu ± 35 derajat.

Desain atap berbentuk pelana yang disusun bertingkat sangat sesuai untuk bangunan yang hanya mempunyai satu muka ini.

5. Desain Rumah Tipe 88/112

denah rumah tipe 88/112
Denah rumah tipe 88/112 – Lantai 1
denah rumah tipe 88/112
Denah rumah tipe 88/112 – Lantai 2

Jika Anda bisa memanfaatkan penggunaan lahan secara efisien dan sesuai dengan tuntutan fungsi serta jenis kegiatan yang akan diwadahi, maka rumah tipe 88/112 merupakan sebuah ukuran rumah yang sudah lumayan longgar (besar).

Tipe ini cukup longgar untuk sebuah keluarga yang beranggotakan dua orang tua dan dua orang anak.

Luas tanah 112 m2 merupakan luasan yang cukup untuk persiapan pengembangan masa depan bangunan dua lantai yang mempunyai luas total 88 m2 dengan dua muka dan terletak dilokasi persimpangan jalan (hook).

Hal yang penting Anda perhatikan dalam penataan ruang adalah penempatan ruang agar sesuai dengan fungsi dan jenis kegiatan yang akan berlangsung di dalamnya, misalnya ruang tamu bisa Anda letakkan di belakang teras; dapur dan ruang makan diletakkan di belakang garasi atau ruang tamu; km/wc diletakkan disamping dapur; ruang tidur utama diletakkan dibagian belakang dari rumah tersebut untuk menghindari kebisingan dan gangguan polusi udara.

desain rumah tipe 88/112
Desain rumah tipe 88/112

Sedangkan untuk ruang keluarga dan dua ruang tidur anak bisa diletakkan di lantai dua, serta di depan ruang keluarga dilengkapi dengan balkon untuk istirahat.

Rumah tipe 88 rn2 dengan berbentuk dua lantai hook mempunyai peluang untuk bisa mengekspos bentuk (fasad) bangunan pada kedua sisinya.

Hal itu berarti Anda bisa membuat muka bangunan pada kedua ruas jalan di depannya, sehingga rumah Anda akan lebih berkesan artistik, mewah dan elegan.

Posisi rumah berbentuk hook bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan ekspos bentuk dan desain bangunan layout ruang dengan serta mengakomodir semua tuntutan dan kebutuhan penghuni rumah untuk tujuan kenyamanan.

Upaya tersebut antara lain bisa dilakukan dengan cara menciptakan ventilasi udara (cross ventilation) dan pencahayaan ruang yang sesuai dengan kebutuhan melalui pembukaan ruang pada kedua sisi fasad bangunan tersebut

6. Desain Rumah Tipe 105/154

denah rumah tipe 105/154
Denah rumah tipe 105/154 – Lantai 1
denah rumah tipe 105/154
Denah rumah tipe 105/154 – Lantai 2

Desain rumah ini memang dibuat dengan bentuk khusus, yaitu bergaya minimalis kontemporer.

Hal itu diperkuat dengan adanya transformasi bentuk rumah minimalis berupa teras yang menonjol keluar dan diberi balutan profil lengkung pada bagian depannya, sehingga bisa menjadi pusat perhatian (eye catching).

Konsep desain yang unik dan klasik dari bangunan tersebut juga diperkuat dengan adanya bentuk atap limasan pada teras dan atap pelana pada rumah pokok.

Namun demikian ciri minimalisnya tetap terlihat pada bagian fasadnya, yaitu adanya garis horizontal bermotif minimalis yang bertekstur serta bentuk dan ukuran bukaan ruang yang lebar.

Tersedianya lahan yang terbatas merupakan kendala utama untuk mengakomodasi kebutuhan ruang semua penghuni.

desain rumah tipe 105/145
Desain rumah tipe 105/154

Oleh karena itu desain rumah dengan layout denah horizontal dirasa kurang pas untuk kasus tersebut.

Untuk itu denah tipe 105 m2 dengan layout khusus sengaja dibuat vertikal/bertingkat meskipun hanya bertingkat sebagian.

Jenis ruang yang bisa dimasukkan untuk lantai 1 adalah teras, ruang tarnu yang diintegrasikan (digabung) dengan ruang keluarga, ruang tidur utama+km/wc, km/wc, ruang makan, dapur, garasi dan carport.

Sedangkan untuk lantai 2 terdiri dari dua ruang tidur anak dan km/wc.

Dengan luas lahan 154 m , maka kemungkinan pengembangan denah bisa dilakukan secara horizontal maupun vertikal dengan leluasa.

Ditinjau dari segi detail arsitektural, rumah satu fasad ini memang tidak berlebihan dalam mengekspos bentuk dan desain elemen-elemen fasad, tetapi bisa terlihat elegan dalam penampilannya.

Hal itu bisa terjadi karena adanya permainan void (rongga) pada teras dengan kehadiran empat kolom yang difinishing batu candi dan solid (bidang fasad) pada dinding yang berupa batu alam bermotif horizontal minimalis.

Keberadaan fasad tersebut dilengkapi dengan adanya aksentuasi warna putih yang berupa lis-lis profil berwarna putih, sehingga bisa melengkapi kesatuan antara dinding abu-abu, kolom batu candi, dan batu alam yang bermotif horizontal minimalis.

7. Desain Rumah Tipe 117/280

denah rumah tipe 117/280
Denah rumah tipe 117/280 – Lantai 1
denah rumah tipe 117/280
Denah rumah tipe 117/280 – Lantai 2

Contoh kasus lain dari pembahasan ini adalah sebuah desain rumah bertingkat yang menggunakan konsep rumah taman, yaitu dengan luas bangunan 117 m2 tetapi luas tanahnya 280 m2.

Dengan memadukan desain rumah modern tropis dan konsep sebuah hunian dalam taman, maka kenyamanan dan kesegaran diharapkan bisa didapatkan setiap saat oleh semua penghuni rumah.

Sebuah konsep yang merespon lingkungan sebagai media untuk mengoptimalkan nilai kenyamanan pertu diupayakan agar tercipta suasana rumah yang homey tetapi tetap berkesan elegan dan natural.

Rumah dengan luas denah 117 m2 merupakan suatu rumah yang sudah bisa mengadopsi jenis ruang secara lengkap dengan ukuran yang cukup longgar.

Dalam contoh ini jenis ruang yang dimasukkan pada lantai 1 adalah teras depan dan samping serta belakang, ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur utama+km/wc, km/wc, ruang makan, dapur, ruang pembantu dan carport.

Sedangkan untuk lantai 2 terdiri dari dua ruang tidur anak, km/wc, ruang keluarga dan balkon.

desain rumah tipe 117/280
Desain rumah tipe 117/280

Dengan luas lahan 280 m2, maka kemungkinan pengembangan denah bisa dilakukan secara horisontal maupun vertikal dengan leluasa jika suatu saat diperlukan.

Untuk menyiasati desain rumah tinggal dengan gaya modern tropis agar nyaman dihuni bisa dilakukan dengan memperhatikan luasan setiap pembukaan ruang dan tata letaknya, yaitu upayakan agar dibuat bukaan silang (cross ventilation) pada tiap kamar yang membutuhkan.

Selain itu bisa juga dilakukan upaya untuk membuat plafond yang tinggi serta kemiringan atap yang cukup (minimal 30 derajat).

Kemudian upaya untuk meningkatkan kenyamanan juga bisa dilakukan dengan menentukan orientasi (arah hadap) bangunan ke utara atau selatan, sehingga tidak langsung terkena sinar matahari sepanjang hari.

Desain rumah dengan gaya modem tropis ini fasadnya masih didominasi oleh permainan garis-garis vertikal dan horisontal pada bidang fasadnya.

Untuk membuat kesan natural desain, maka digunakan juga batu candi yang bermotif horisontal minimalis.

Agar berkesan atraktif dan dinamis, maka diberi aksen warna merah dan kuning baik pada kolom maupun sisi dinding bagian depan (di belakang carport).

8. Desain Rumah Tipe 120/167

denah rumah tipe 120/167
Denah rumah tipe 120/167 – Lantai 1
denah rumah tipe 120/167
Denah rumah tipe 120/167 – Lantai 2

Contoh kasus lain dari pembahasan yang mempunyai luasan hanya selisih sedikit dengan sebelumnya adalah sebuah desain rumah bertingkat yang masih menggunakan konsep rumah taman, yaitu dengan luas bangunan 120 m2 dan luas tanahnya 167 m2.

Rumah minimalis yang masih bergaya modern tropis ini didesain dengan memadukan tren gaya minimalis modern dan konsep hunian dalam taman, sehingga bisa berkesan atraktif dan elegan tetapi natural.

Untuk tujuan efisiensi denah dan mengoptimalkan area terbuka (taman), maka layout denah (konfigurasi ruang) tipe 120 m2 ini sengaja dibuat vertikal/bertingkat dengan jumlah ruang yang cukup banyak.

Jenis ruang yang bisa dimasukkan pada lantai 1 adalah teras depan, voyer, ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur utama, km/wc, dapur, ruang makan, dan teras samping serta carport.

Sedangkan pada lantai 2 terdiri dari ruang keluarga, balkon, dua ruang tidur anak, km/wc, dan hall.

desain rumah tipe 120/167
Desain rumah tipe 120/167

Untuk menghadirkan kesan atraktif tetapi natural pada desain rumah ini digunakan material batu candi pada salah satu Sisi dinding, kemudian dipadu dengan tembok dengan cat abu-abu dan warna hijau serta diberi aksentuasi kuning melalui bidang horizontal-vertikal.

Untuk menambah kesan dinamis tekstur fasad, maka semua kusen diberi warna putih, sehingga bangunan akan lebih berkesan elegan.

Upaya untuk mengoptimalkan performa desain bangunan melalui pengolahan elemen-elemen fasad yang bernuansa natural merupakan salah satu upaya untuk memperoleh kesan estetis dan suasana kenyamanan penghuni rumah, karena bentuk dan desain bangunan bisa serasi dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya.

Untuk mengoptimalkan faktor pencahayaan dan sirkulasi udara dalam rumah, maka dibuat bukaan-bukaan ruang yang lebar.

Dengan upaya tersebut maka selain kenyamanan ruang juga akan diperoleh efisiensi penggunaan listrik untuk lampu dan AC.

9. Desain Rumah Tipe 134/142

denah rumah tipe 134/142
Denah rumah tipe 134/142 – Lantai 1
denah rumah tipe 134/142
Denah rumah tipe 134/142 – Lantai 2

Contoh ragam desain berikut ini adalah sebuah desain rumah yang masih bergaya modern tropis. Sebagai sebuah desain yang sedang tren, rumah ini didesain dengan mengusung konsep simplisitas, yaitu membuat dominasi fasad dengan unsur kotak dan garis yang dipadu dengan bukaan ruang yang lebar.

Untuk membuat kesan elegan pada rumah ini, warna yang digunakan pada fasad adalah warna yang cenderung polos dan bersih (clean).

Agar lebih berkesan dinamis, maka digunakan paduan warna yang kontras, yaitu warna merah, biru dan kuning.

Konfigurasi ruang dalam denah ini adalah berbentuk memanjang, yaitu dengan luas bangunan 134 m2 tetapi luas tanahnya 142 m2.

desain rumah tipe 134/142
Desain rumah tipe 134/142

Bangunan tersebut didesain dengan bentuk memanjang terdiri dari dua lantai dan mempunyai dua fasad (muka dan belakang).

Lantai 1 terdiri dari teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur utama+ km/wc, ruang makan, dapur, km/wc dan garasi serta carport.

Lantai 2 terdiri dari ruang keluarga, km/wc, dua ruang tidur anak, ruang tidur pembantu, dan tempat cuci/jemur.

Sebagai upaya untuk membuat kesan atraktif dan dinamis pada bangunan minimalis dua fasad ini (muka dan belakang), digunakan permainan kombinasi warna primer; yaitu biru, kuning, dan merah pada dinding.

Agar tidak berkesan monoton, maka pada warna merah dinding diberi aksen garis putih kotak-kotak.

Permainan bidang fasadnya juga dihiasi dengan unsur vertikal dan horizontal warna putih. Sedang untuk memberi kesan natural ditambahkan batu candi pada dinding atas.

10. Desain Rumah Tipe 300/364

denah rumah tipe 300/364
Denah rumah tipe 300/364 – Lantai 1
denah rumah tipe 300/364
Denah rumah tipe 300/364 – Lantai 2

Rumah tinggal berukuran luas memang mempunyai banyak peluang dalam penciptaan luasan bukaan ruang (pintu, jendela, BV dal lain-lain) yang besar pula.

Namun demikian untuk memperoleh fasad yang indah dan estetis, maka tatanan, bentuk maupun ukuran bukaan ruang tersebut tetap harus proporsional terhadap luas fasad keseluruhan.

Karena lahannya cukup luas, rumah bergaya minimalis ini mempunyai satu garasi dan dua carport.

Karena terletak dipersimpangan (hook), maka rumah ini didesain dengan dua fasad agar potensi view bisa didapatkan secara optimal.

Semakin banyak ragam aktivitas yang terjadi di dalam rumah, akan dibutuhkan ruang lebih banyak dan luas yang lebih besar.

desain rumah tipe 300/364
Desain rumah tipe 300/364 – Lantai 2

Oleh karena itu pembagian wilayah keruangan berdasar pada fungsi dan status ruang memang harus betul-betul sesuai dengan sifat dan fungsi dari masing-masing ruang dalam rumah tersebut.

Paduan antara tatanan, bentuk, dan ukuran ruang pada denah berukuran besar seperti tipe 300 m2 sangat penting untuk diperhatikan agar fungsi bangunan bisa optimal.

Bangunan dengan luas lantai 300 m2 ini terdiri dari dua lantai.

Lantai 1 terdiri dari teras, ruang tamu, ruang tidur tamu, ruang keluarga, ruang tidur utama+ km/wc, ruang makan, dapur, pantry, km/wc, teras belakang dan garasi serta carport.

Lantai 2 terdiri dari tiga ruang tidur, balkon depan dan belakang, ruang duduk/belajar, keluarga, km/wc, ruang tidur pembantu+km/wc, dan ruang barbeque/tempat cuci+jemur.

Desain bangunan minimalis yang bergaya modern tropis ini fasadnya sangat didominasi oleh bukaan-bukaan ruang sebagai media untuk memperkuat karakter dan performa desain sekaligus untuk memasukkan cahaya alami serta udara, sehingga ruang akan terasa lapang dan nyaman.